Metode Kontrasepsi

/
0 Comments


Sebagian besar perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan dan telah melakukan aborsi medis tidak ingin hamil lagi dalam waktu dekat. Dalam beberapa kasus ada cara-cara untuk menghindari kehamilan dengan segera. Perempuan yang telah melakukan aborsi medis memiliki resiko mengalami kehamilan kembali dalam waktu dekat. Ovulasi dapat terjadi pada minggu ke 3 pasca aborsi medis dan menurut hasil studi, 78% perempuan mengalami ovulasi pada 6 minggu masa follow up. Perempuan yang pernah melakukan aborsi medis dapat memilih beberapa metode kontrasepsi modern yang aman, nyaman, dan efektif untuk mencegah kehamilan berikutnya yang mungkin terjadi. Berikut beberapa metode kontrasepsi yang dapat dipilih:

IUD
IUD biasanya lebih banyak dipilih karena efektifitasnya tinggi mencapai 99%, sekali dipasang bisa tahan 5-10 tahun.

Susuk
Sama halnya dengan IUD, susuk juga merupakan metode kontrasepsi yang efektif, efek sampingnya biasanya pendarahan tidak teratur, dan sekali dipasang dapat bertahan hingga 3 tahun.

Strerilisasi
Merupakan metode kontrasepsi permanen bagi laki-laki dan perempuan yang tidak ingin memiliki anak lagi, efek samping yang dikeluhkan biasanya nyeri beberapa waktu setelah menjalani prosedur (efektifitas 99%).

Suntik
Kontrasepsi ini akan efektif jika injeksi dilakukan tepat waktu, dan injeksi dilakukan setiap 3 bulan sekali. Efek samping yang dirasakan biasanya berupa pendarahan yang tidak teratur dan meningkatnya nafsu makan (efektifitas 97%).

Pil KB
Sama halnya dengan suntik, Pil KB efektif jika diminum tepat waktu yakni satu pil setiap hari, efek samping yang dikeluhkan biasanya berupa nyeri payudara, mual, bercak dan gairah seks menurun.Efektif jika dipasang dengan sempurna, namun biaanya kendalanya dalah kesulitan dalam memasangnya.

Cincin KB
Pasang cincin selama 3 minggu, keluarkan, tunggu satu minggu, lalu ganti atau pasang kembali. Efek samping yang dirasakan biasanya mual, payudara bengkak dan pendarahan tidakk teratur (efektifitas 92-95%).

Koyo KB
Efektif jika diganti tepat waktu setiap minggunya. Efek samping yang muncul biasanya berupa mual, pendarahan tidak teratur dan payudara bengkak.

Kondom
Efektif jika dipasang dan digunakan dengan tepat. Harus dipasang tiap kali berhubungan seks (efektifitas 84-89%).

Kondom Perempuan
Efektif jika dipasang dan digunakan dengan tepat, akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan spermisida, harus digunakan setiap kali berhubungan seks. Efek sampingnya biasanya iritasi pada pasangan. Kondom efektif untuk mencegah penularan HIV/AIDS.

Senggama Terputus
Senggama terputus hanya efektif jika dilakukan pasangan setiap kali berhubungan seks. Dibutuhkan kerjasama dan kepercayaan pasangan.

Metode kalender
Metode ini hanya akan efektif jika dilakukan dengan sempurna dan harus mengecek setiap hari. Cukup baik dan efektif jika dikombinasikan dengan spermisida. Harus digunakan setiap kali berhubungan seks dan dapat bertahan hingga 24 jam. Efek samping yang muncul biasanya berupa iritasi dan infeksi saluran kencing.Jadi kenali metode kontrasepsi yang tepat dan nyaman untuk mencegah kehamilan tanpa rencana berikutnya.




You may also like

No one has ever become poor by giving, Please Donate

Misocare. Powered by Blogger.

Translate